Categories
Artikel Berita

#12 BELAJAR DI RUMAH BERIBADAH DI RUMAH

BELAJAR DI RUMAH BERIBADAH DI RUMAH

Oleh : Dr. Nanik Nurhayati.S.Ag. M.Pd 

 Pengawas PAI Kota Madiun

 

Kata “Ramadhan” merupakan bentuk mashdar yang terambil dari kata ramidha-yarmadhu yang pada mulanya berarti membakar, menyengat karena terik, atau sangat panas. Dinamakan demikian karena saat ditetapkan sebagai bulan wajib berpuasa, udara atau cuaca di Jazirah Arab sangat panas sehingga bisa membakar sesuatu yang kering.

Selain itu, Ramadhan juga berarti ‘mengasah’ Dengan demikian, Ramadhan dapat dimaknai sebagai bulan untuk ‘mengasah’ jiwa, ‘mengasah’ ketajaman pikiran dan kejernihan hati, sehingga dapat ‘membakar’ sifat-sifat tercela dan ‘lemak-lemak dosa’ yang ada dalam diri  dan hati manusia.

Ramadhan juga disebut syahrul Qur’an. Disebut demikian karena pada bulan inilah Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kitab-kitab suci yang lain: Zabur, Taurat, dan Injil, juga diturunkan pada bulan yang sama. Bulan Ramadhan menjadi begitu istimewa dengan kewajiban puasa didalamnya. Dan bulan Ramadhan di kenal dengan Syahr al-Tilawah (bulan membaca Alquran) Disebut demikian karena pada bulan ini Jibril AS menemui Nabi SAW untuk melakukan tadarus Alquran bersama Nabi dari awal hingga akhir Ramadhan.

Bulan Ramadhan disebut Syahru al-Rahmah, bulan penuh limpahan rahmat dari Allah SWT Disebut demikian karena Allah menurunkan aneka rahmat yang tidak dijumpai di luar Ramadhan. Pintu-pintu kebaikan yang mengantarkan kepada surga dibuka lebar-lebar. Ramadhan  adalah bulan Rahmat dan ampunan dari Alloh swt maka jika manusia tidak memperoleh pengampunan itu berarti dia merupakan orang yang tertipu.  Dalam hadits Nabi  yang artinya  “dari Abu Hurairah ra ia berkata bahwa Nabi saw bersabda: “barangsiapa yang menunaikan puasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keihlasan karena Alloh swt maka ia memperoleh pengampunan atas dosa dosa yang telah lalu’ (HR Bukhori).

Dari hadis tersebut dijelaskan barang siapa yang menunaikan puasa bulan Ramadhan di siang harinya dan menghidupkan malam harinya dengan beribadah, diantaranya mengerjakan sholat terawih, dengan beriman dan ikhas karena Alloh swt maka diampunilah baginya dosa-dosa yang telah lalu. Orang yang beriman seharusnya memuliakan bulan Ramadhan, menjaga dirinya dari segala kemungkaran dan menyibukkan diri dengan aktifitas ketaatan, seperti sholat, membaca Al Qur’an, membaca tasbih, dan banyak berdzikir pada Alloh swt..

Alloh swt berfirman pada Nabi Musa as: Sungguh aku telah memberi dua buah Nur pada umat Muhammad, agar mereka tidak terkena bahaya dua kegelapan. Musa bertanya .”Apa dua Nur itu ya Tuhanku?” Alloh Berfirman.” Nur Bulan Ramadhan dan Nur Al Qur’an. Musa bertanya Lagi, “lalu apakah dua kegelapan itu ya Tuhanku?” Alloh swt berfirman: Kegelapan alam Kubur dan kegelapan hari kiamat.”

Dan dari anas bin malik ra. Dari Nabi Muhammad saw beliau bersabda: barang siapa yang menghadiri majlis ilmu di bulan Ramadhan, maka Alloh swt mencatat setiap langkah kakinya, bernilai ibadah setahun baginya, dan dia kelak akan bersamaku berada di bawah naungan arasy, barang siapa yang sholat berjamaah secara rutin dan terus menerus selama bulan Ramadhan, maka Allah akan memberinya setiap Rakaat sebuah kota yang dipenuhi  dengan segala macam kenikmatan. Dan barang siapa yang berbakti pada kedua orang tuanya di bulan Ramadhan, maka dia akan mendapat pandangan Alloh swt dengan penuh Rahmat.

Ramadhan ditengah pandemi covid 19 tidak mengurangi  semangat untuk menjalankan rangkaian ibadah di bulan Ramadhan dengan belajar di rumah, beribadah di Rumah, bekerja di rumah.

Bulan Ramadhan  dinamakan Syahr al-Shiyam (bulan puasa wajib) Disebut demikian karena hanya Ramadhan yang merupakan bulan di mana kaum Muslim diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Dan hanya Ramadhan, satu-satunya, nama bulan yang disebut dalam Alquran. QS al-Baqarah 185. Dan Keutamaan berpuasa di bulan ramadhan dari Nabi  Muhammad saw bersabda, bahwa Alloh berfirman” Semua amal perbuatan anak cucu adam adalah untuknya, kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Karena puasa adalah amal ibadah yang bersifat rahasia dan tiada di dalamnya amal yang dapat diperlihatkan. Berbeda dengan ibadah ibadah yang lainnya. Puasa itu adalah rahasia yang tidak diketahui siapapun kecuali Alloh swt. Maka Alloh swt yang menjamin balasannya.

Bulan Ramadhan juga disebut Syahr al-Najat bulan pembebasan dari siksa neraka Disebut demikian karena Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa dan pembebasan diri dari siksa api neraka bagi yang berpuasa karena iman dan semata-mata mengharap ridha Alloh swt.

Ramadhan disebut Syahr al-Judd (bulan kedermawanan) Disebut demikian karena bulan ini umat Islam dianjurkan banyak bersedekah, terutama untuk meringankan beban fakir dan miskin. Nabi SAW memberi keteladanan terbaik sebagai orang yang paling dermawan pada bulan suci. Ramadhan ditengah musibah pandemi covid 19 banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaannya dan mata pencariannya maka kedermawanan kita dan uluran tangan kita untuk membantu sesama sangat di butuhkan.

Ramadhan bulan Syahr al-Shabr (bulan kesabaran) Disebut demikian karena puasa melatih seseorang untuk bersikap dan berperilaku sabar, berjiwa besar, dan tahan ujian.  Syahr Allah (bulan Allah) Disebut demikian karena di dalamnya Allah melipatgandakan pahala bagi orang yang sabar. Dan bulan Ramadhan Syahr al-’Id (bulan yang berujung atau berakhir dengan hari raya) Disebut demikian Ramadhan disambut dengan kegembiraan dan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri yang penuh kebahagiaan juga, termasuk para fakir miskin.

Demikian indahnya beribadah di bulan Ramadhan semoga Alloh swt  memberikan kekuatan dalam menjalankan rangkaian ibadah di bulan Ramadhan. Amiin.

Sumber referensi : https://mgmppaismasmkjatim.com/ramadhan-karim-belajar-di-rumah-beribadah-di-rumah/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *