Categories
Artikel

Pengaruh Pendidikan terhadap Kualitas Anak Pedalaman

Bukan rahasia lagi bila anak-anak yang tinggal di daerah pedalaman sangat sulit mendapatkan kehidupan yang layak seperti anak-anak pada umumnya. Mereka kesulitan mendapat air bersih, mengenyam pendidikan sesuai batas kelayakan pendidikan Indonesia dan sulit mengikuti perkembangan zaman. Tak hanya itu saja , mereka bahkan tidak mengenal alat komunikasi seperti telepon genggam.

Hal pokok yang menjadi sorotan utama yaitu betapa sulitnya mereka mendapat pendidikan yang layak dan mengenyam pendidikan dua belas tahun. Pada faktanya tak semua salah mereka, kesulitan mereka menjangkau lokasi sekolah menjadi masalah karena mereka harus mengarungi sungai. Mereka juga harus berjalan kaki hingga berpuluh-puluh kilo meter, bahkan ada pula yang tak memakai alas kaki.

Kurangnya tenaga pengajar di pedalaman karena sulitnya mencari pengajar yang mau mengajar di daerah tersebut juga sangat disayangkan. Padahal kualitas seseorang diukur melalui seberapa jauh pendidikan yang dicapai karena kualitas seorang lulusan SD berbeda dengan kualitas seorang sarjana. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan sangat memengaruhi kualitas seorang anak pedalaman.

Oleh karena itu  Pemerintah harus lebih peduli terhadap pendidikan didaerah terpencil karena semua akan berjalan dengan baik jika top manajemennya dalam hal ini pemerintah mampu dan mau untuk lebih peduli terhadap pendidikan di daerah terpencil.

Dengan kepedulian pemerintah yang didukung oleh semua sarana pendukung pendidikan maka diharapkan pendidikan di daerah terpencil tidak akan tertinggal dan akan lebih layak.

Categories
Artikel

Wahai Pendidikan Kejujuran

Detik berganti menit, menit berganti jam.
Waktu yang terus bergulir kamipun masih tetap disini
Menanti permata yang terus bersinar menusuk mata
Akankah kami bermimpi atas impian yang penuh khayalan

Akankah burung berterbangan menghampiri pepohonan dengan hembusan angin yg kencang
Bebagai macam keanekaragaman budaya disetiap wilayah
Tak seorang pun dapat melestarikannya dengan akal pikiran
Hingga akhirnya pergantian zaman yang menelannya

Sampai kapan kami dipersaingkan dengan kobaran api yang membara dengan batu besar
Tapi atas hantaman air yang dapat mematikannya secara perlahan dan membuat batu besar menghilang seketika
Aku yakin banyak orang yg beranggapan air  tak dapat mematikan api secara perlahan
Ingatlah bahwa yang tak mungkin dapat terjadi atas ketulusan hati  menjadi kunci utamanya

Lestarikan kejujuran, jadikan akal pikiran anda tanpa menggunakan pola pikir yang dangkal
Bicaralah dengan hati, tanpa lisan yang tak pasti
Keikhlasan dan kesabaran menunjukkan kuatnya pendidikan dasar dari jiwa kita
Impossible get possible.

sumber : https://www.kompasiana.com/enva07/5cbbf541cc52836e163cdae2/wahai-pendidikan-kejujuran

Categories
Artikel

Indonesia Darurat Moral

Akhir-akhir ini sering terlihat di lingkungan sekitar, sekolah, bahkan di media sosial terdapat banyak sekali anak-anak dan remaja yang moralitasnya rendah.

Contohnya anak-anak kecil mengabaikan permainan-permainan tradisional dan lebih memilih menggunakan gawai (smartphone atau tablet) dalam mengisi waktu luang, melakukan aktivitas yang dilarang agama seperti berpacaran, mungkin dahulu lumrahnya orang berpacaran itu di waktu SMA, tetapi sekarang anak SD pun memiliki pacar melangkahi orang-orang dewasa, bahkan anak-anak SMP sudah banyak yang telah memiliki keturunan, dan banyak pula anak-anak SMA yang berakhir tragis sebagai pecandu narkoba.

Mereka semua mengabaikan pahlawan-pahlawan terdahulu yang berjuang memerdekakan Indonesia. Lantas apa kita hanya berdiam diri saja menyikapi hal tersebut?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya moral bangsa Indonesia, yaitu sebagai berikut :

  • Orang Tua

Dahulu, orang tua banyak memilih jalur kekerasan terhadap anaknya, bukan tanpa alasan itu semua hanyalah salah satu metode orang tua dalam mendidik anaknya. Namun akhir-akhir ini muncul berbagai kebijakan baru bahwa kekerasan terhadap anak benar-benar dilarang.

Hal ini menyebabkan banyaknya orang tua yang salah mendidik anaknya seperti memanjakan anaknya, memberi apapun yang anak minta, menghajar siapapun yang telah melukai anaknya tanpa mencari tahu apa kesalahan anaknya tersebut, serta membebaskan anak bermain sesuka hati.

Itu semua berdampak pada karakter anak yang hanya memikirkan kesenangan saja, terlena di zona nyaman. Sehingga banyak anak dan remaja yang bahkan berani melawan gurunya, melawan orangtuanya, bahkan melawan kodratnya.

  • Lingkungan Sekitar

Lingkungan juga berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak, sering terjadi orang tua malah menghabiskan uangnya hanya untuk membelikan keinginan sang anak yang benar-benar tidak bermanfaat, hanya karena sang anak/orang tuanya sendiri merasa iri dengan yang diinginkan orang lain.

Hal itu menyebabkan terbentuknya karakter anak yang selalu ingin mencoba apa yang mereka lihat. Inilah awal terbentuknya penurunan moral bangsa seperti menjalarnya pergaulan bebas dan narkoba. Karena sekali sang anak bergaul dengan orang yang tidak benar, maka ia akan dengan mudahnya menerima ajakan-ajakan sesat.

  • Penyalahgunaan Teknologi

Teknologi yang semakin canggih sebenarnya bertujuan untuk memudahkan kehidupan dan memajukan peradaban manusia. Tetapi, hal itu dapat juga memudahkan terjadinya penurunan moral manusia. Sering kali orang tua memberikan gawai kepada anaknya sejak umur yang sangat dini.

Hal ini dapat menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat namun juga dapat menjadi sesuatu yang fatal bagi pembentukan karakter bangsa. Jika digunakan sebagai media pembelajaran anak, hal itu dapat menjadi sesuatu yang sangat dianjurkan.

Tetapi, kesalahan orang tua adalah dengan memberikan video games yang tidak terpantau dan tidak diberikan batasan penggunaan permainan tersebut, apalagi memberikan akun media sosial pada anak. Oleh karena itulah banyak anak dan remaja yang tidak bisa lepas dari telepon genggam mereka dan mengposting hal yang tidak baik serta mengomentar dengan cara yang tidak berpendidikan.

Banyak kasus terjadinya perlawanan siswa maupun orang tua siswa terhadap guru/kepala sekolah, tak jarang pula hal itu menyebabkan terjadinya tindak kekerasan, bahkan ada juga guru yang meninggal karena hal tersebut. Anak-anak yang berani menggunakan gawai mereka di depan guru yang sedang mengajar, ada juga yang sengaja memancing emosi guru dengan membuat hal yang tidak senonoh seperti melawan guru, tidak menghormati guru dan ada pula yang sampai menghina guru.

Itu semua terjadi karena kebijakan mengenai dilarangnya pendidik melakukan tindakan ancaman terhadap anak didiknya seperti hukuman dan sebagainya. Hal tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak baik. Siswa semakin berani kepada guru, orang tua siswa yang menuntut hukum kepada guru yang bahkan hanya mencubit siswanya karena tidak mengerjakan tugas, sampai akhirnya guru tersebut kehilangan pekerjaannya.

Sebenarnya yang salah siapa? Guru tersebut atau siswa yang tidak mengerjakan kewajibannya? Itulah yang membuat banyak guru yang akhirnya masa bodoh terhadap masa depan anak didiknya. Mau jadi apa penerus bangsa ini? Membiarkan generasnya hancur dengan sendirinya? Sistem Pendidikan Indonesia, tapi kita tidak menemukan didikan sedikitpun dari guru bahkan dari para orang tua. Seharusnya namanya berubah menjadi Sistem Pembelajaran Indonesia, karena yang diajarkan sekolah hanyalah materi, bukan pendidikan karakter.

Maka dari itu, terdapat beberapa solusi yang dapat menyelesaikan masalah moral ini, yaitu :

  • Perlu dilakukannya seminar parenting yang baik dan benar. Mengenai pembentukan karakter anak.
  • Perlu ditanamkannya sikap berfikir sebelum bertindak, dengan cara memberikan nasihat mengenai hal-hal yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat pada anak-anak sejak dini.
  • Memberikan pembatasan penggunaan gawai kepada anak. Memang tidak salah memberikan permainan pada anak karena mereka juga membutuhkan kesenangan, tetapi perlu juga dilakukannya pembatasan penggunaan agar terbentuk karakter yang dapat memanajemen waktu dengan baik. Fyi : Bill Gates saja pendiri Microsoft tidak memberikan gawai pada anaknya sebelum umurnya mencukupi.
  • Mengembalikan sistem award and punishment.

Sebenarnya ini masih terdapat pro dan kontra. Memang memberikan hadiah adalah jalan terbaik agar dapat memancing anak untuk dapat melakukan hal yang baik, tetapi tidak lupa juga untuk menggali potensi anak di bidang yang benar serta bertanya mengenai cita-cita sang anak, dan selalu menanamkan bahwa sebenarnya kewajiban-kewajiban yang mereka lakukan adalah jalan untuk menggapai cita-cita mereka sendiri. Orang tua juga tidak boleh menuntut prestasi terhadap anak, tetapi hanya membujuk anak untuk selalu melakukan kewajibannya.

Sedangkan untuk hukuman, hal ini yang telah dihapuskan di negara Indonesia. Sebenarnya masyarakat Indonesia salah mengartikan hukuman, karena kebanyakan mereka menganggap bahwa satu-satu jalan untuk menghukum adalah dengan cara kekerasan. Seharusnya kekerasanlah yang dilarang, bukan hukuman itu sendiri.

sumber: https://www.kompasiana.com/dhifaldui/5ceaaf5caa3ccd67c9649632/indonesia-darurat-moral

Categories
Artikel

Pendidikan Karakter Untuk Membangun Peradaban Bangsa

Pendidikan adalah hal yang sangat dianggap penting di dunia, karena dunia butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun Negara yang maju. Tapi selain itu karakter pun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan juga pada karakter dari pribadi dari setiap orang.

Proses pendidikan di sekolah masih banyak yang mementingkan aspek kognitifnya ketimbang psikomotoriknya, masih banyak guru-guru di setiap sekolah yang hanya asal mengajar saja agar terlihat formalitasnya, tanpa mengajarkan bagaimana etika-etika yang baik yang harus dilakukan.

Di dalam buku tentang Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligences), Daniel Goleman menjelaskan  kepada kita bahwa kecerdasan emosional dan sosial dalam kehidupan diperlukan 80%, sementara kecerdasan intelektual hanyalah 20% saja. Dalam hal inilah maka pendidikan karakter diperlukan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan beradab, bukan kehidupan yang justru dipenuhi dengan perilaku biadab. Maka terpikirlah oleh para cerdik pandai tentang apa yang dikenal dengan pendidikan karakter (character education).

Banyak pilarkarakter yang harus kita tanamkan kepada anak – anak penerus bangsa, diantaranya adalah kejujuran, yah kejujuran adalah hal yang paling pertama harus kita tanamkan pada diri kita maupun anak – anak penerus bangsa karena kejujuran adalah benteng dari semuanya, Demikian juga ada pilarkarakter tentang keadilan, karena  seperti yang dapat kita lihat banyak sekali ketidakadilan khususnya di Negara ini. Selain itu harus ditanamkan juga pilarkarakter seperti rasa hormat. Hormat kepada siapapun itu, contohnya adik kelas mempunyai rasa hormat kepada kakak kelasnya, dan kakak kelasnya pun menyayangi adik – adik kelasnya, begitu juga dengan teman seangkatan rasa saling menghargai harus ada dalam diri setiap murid –  murid agar terciptanya dunia pendidikan yang tidak ramai akan tawuran.

Sekarang mulai banyak sekolah – sekolah di Indonesia yang mengajarkan pendidikan karakter  menjadi mata pelajaran khusus di sekolah tersebut. Mereka diajarkan bagaimana cara bersifat terhadap orang tua, guru –guru ataupun lingkungan tempat hidup.

Mudah – mudahan dengan diterapkannnya pendidikan karakter di sekolah semua potensi kecerdasan anak –anak akan dilandisi oleh karakter – karakter yang dapat membawa mereka menjadi orang – orang yang diharapkan sebagai penerus bangsa. Bebas dari korupsi, ketidakadilan dan lainnya. Dan makin menjadi bangsa yang berpegang teguh kepada karakter yang kuat dan beradab. Walaupun mendidik karakter tidak semudah membalikan telapak tangan, oleh karena itu ajarkanlah kepada anak bangsa pendidikan karakter sejak saat ini.

Categories
Artikel

Pentingnya Mengajarkan Mengaji Al Quran Sejak Usia Dini pada Anak

 

Pendidikan agama bagi seorang anak merupakan hal yang penting karena bekal bagi kehidupan mereka nantinya . Al Quran merupakan kitab umat islam dimana kita harus bisa membaca dan mempelajarinya. Pendidikan agama bagi anak misalnya dengan cara mendatangkan guru mengaji Al Quran .Alasan mengapa harus mengundang guru adalah untuk memberikan cara belajar iqra pada anak jika orang tua belum begitu paham mengenai hal tersebut. Mengenalkan iqra pada anak dapat dimulai sejak anak pada usia lima sampai dengan enam tahun. Anda juga dapat memasukkan anak ke tempat pengajian di masjid dekat rumah anda. jika ingin mendatangkan guru menurut anda lebih baik dilakukan, cobalah untuk mencari guru yang tepat.

Sebaiknya memilih guru mengaji al quran yang memiliki cara mengajar yang unik. Misalnya saja memilih guru ngaji yang menggabungkan unsur kreasi pada saat mengajarkan iqra. Dengan cara membuat berbagai kerajinan tangan yang juga dapat meningkatkan ketertarikan anak untuk belajar agama terutama belajar iqra. Atau juga dapat memilih guru yang memberikan cara belajar iqra dengan metode menyanyi. Biasanya dengan metode yang menyenangkan dapat lebih meningkatkan kemampuan anak dalam mengingat apa yang diajarkan. Mereka juga tidak merasa bosan. Anak usia dini atau sekolah dasar biasanya mengalami tingkat kebosanan yang lebih tinggi. Karena pada dasarnya mereka masih ingin terus bermain.

Dengan mencari metode yang tepat maka dapat membuat anak merasa ingin terus mempelajari agama. Jika anda memiliki dua atau tiga orang anak dengan usia yang berdekatan maka dapat membuat jadwal yang berbeda untuk mendatangkan guru mengaji al quran. Karena kemampuan anak pada setiap umur akan berbeda. Jika disatukan kemungkinan akan menyuhkan bagi anak yang dengan usia paling muda. Metode yang diberikan untuk setiap umur yang berbeda juga harus berbeda. Misalnya untuk anak usia tujuh tahun keatas maka dapat melakukan dengan cara  belajar iqra, tajwid, dan tahsin Al Quran,agar bacaan al quran mereka dapat benar dan merdu.

Anda jug a sebaiknya melakukan evaluasi pada anak anda misalnya setiap satu minggu sekali. Untuk melihat perkembangan mereka. Jika dirasa anak terlihat senang dalam melakukannya. Maka sebaiknya anda dapat terus memanggil guru mengaji al quran Jika anda melihat anak anda kurang tertarik dan perkembangannya tidak cukup bagus. Maka anda dapat mengganti guru yang bersangkutan. Atau juga dapat memberitahu guru yang bersangkutan untuk mengubah metode pembelajarannya. Bisa jadi anak anda merasa bosan atau tidak tertarik dengan metode pembelajarannya. Berikan pengertian kepada mereka bahwa Al Quran harus dimulai dengan belajar iqra. Berikan juga pemahaman mengenai arti penting al quran bagi kehidupan umat muslim

Jika anda masih ragu dalam memilih guru mengaji al quran maka sebaiknya anda menanyakan informasi terkait guru seperti apa yang sesuai kepada kerabat terdekat anda. Mungkin sebagian dari mereka akan menyarankan anda untuk mencari bimbingan belajar di Best Privat. Di dalam websitenya, anda akan menemui dengan mudah berbagai guru untuk belajar iqra, tajwid, dan tahsin al quran.Mereka memiliki kualitas yang bagus untuk mengajarkan kepada anak kita terkait membaca al quran dengan baik dan benar. Baik dan benar ini terkait dengan panjang pendeknya membaca huruf yang ada di al quran. Para pengajar berasal dari perguruan tinggi yang ternama dengan kualitas yang baik. Metode pengajaran pun sudah disesuakian agar mudah ditangkap oleh murid.
Categories
Artikel

Pentingnya Membaca

mengapa sih kita harus membaca ? karena membaca merupakan suatu cara untuk mendapatkan informasi yang di tulis. Membaca dapat menjadi yang dilakukan sendiri maupun keras-keras. Hal tersebut dapat menguntungkan untuk pendengar lain yang juga bisa membangun konsentrasi kita sendiri.

Membaca perlu ditekankan kepada setiap individu sejak kecil. Karena, informasi yang paling mudah untuk kita peroleh adalah melalui bacaan, baik koran, majalah tabloid, buku-buku, dan lain-lain. minimnya budaya membaca di kalangan remaja indonesia sangat perlu diperhatikan. Problema tersebut, tidak boleh di anggap remeh, karena besarnya rasa cinta membaca sama dengan kemajuan. Artinya, suatu tingkatan minat baca seseorang menentukan tingkat kualitas serta wawasannya. Kebiasaan membaca san gatperlu ditingkatkan terutama kepada para remaja indonesia. Dalam proses belajar mengajar, mustahil berhasil tanpa adanya “membaca”.

Suatu asumsi menyatakan budaya membaca lebih penting dari pada seklah dalam tujuan mencapai kesuksesan. Suka membaca tanpa bersekolah masih berpeluang dalam mencapai kesuksesan, karena membaca membuat pola pikit kita luas dan tajam. Meningkatkan kreatifitas kita dalam bekerja atau menciptakan lapangan kerja guna mencapai kesuksesan. Sedangkan tidak suka membaca tapi bersekolah, peluang untuk mencapai kesuksesan lebih kecil. Bukankah banyak lulusan kuliah yang menjadi seorang pengangguran. Kenapa hal ini bisa terjadi ? karena minat bacanya pasti kurang.

Beberapa manfaat membaca adalah memperluas wawasan, mempertajam gagasan, menigkatkan kreatifitas seseorang.

Dengan sering membaca, orang akan bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia akan bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).

Pesan penulis, jangan menganggap membaca sebagai suatu kewajiban, melainkan menganggapnya sebagai kebutuhan untuk mengetahui dunia di masa mendatang melalui buku-buku yang banyak mengulas berbagai macam peristiwa.

Categories
Artikel

Tujian Pendidikan Kewarganegaraan

Seperti yang kita ketahui, setiap suatu bangsa mempunyai sejarah perjuangan dari para orang-orang terdahulu yang dinama terdapat banyak nilai-nilai nasionalis, patriolis dan lain sebagainya yang pada saat itu menempel erat pada setiap jiwa warga negaranya. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang makin pesat, nilai-nilai tersebut makin lama makin hilang dari diri seseorang di dalam suatu bangsa, oleh karena itu perlu adanya pembelajaran untuk mempertahankan nilai-nilai tersebut agar terus menyatu dalam setiap warga negara agar setip warga negara tahu hak dan kewajiban dalam menjalankan kehidupan berbangasa dan bernegara.

Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajinan suatu warga negara agar setiap hal yang di kerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak melenceng dari apa yang di harapkan. Karena di nilai penting, pendidikan ini sudah di terapkan sejak usia dini di setiap jejang pendidikan mulai dari yang paling dini hingga pada perguruan tinggi agar menghasikan penerus –penerus bangsa yang berompeten dan siap menjalankan hidup berbangsa dan bernegara.

TUJUAN

Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa yang sedang dan mengkaji dan akan menguasai imu pengetahuaan dan teknologi serta seni.

Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, profesional, bertanggung  jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.

Pendidikan kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai perilaku yang:

  1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha esa serta menghayati nilai-nilai falsafah bangsa.
  2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam masnyarakat berbangsa dan bernegara.
  3. Rasional, dinamis, dan sabar akan hak dan kewajiban warga negara.
  4. Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
  5. Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.

Melalui pendidikan Kewarganegaraan , warga negara Republik indonesia diharapkan mampu “memahami”, menganalisa, dan menjawab masalah-masalah yang di hadapi oleh masyarakat , bangsa dan negaranya secra konsisten dan berkesinambungan dalam cita-cita dan tujuan nasional seperti yang di gariskan dalam pembukaan UUD 1945.

Categories
Artikel

Belajar Tidak Mengenal Kekurangan

 

Orang Idiot, Bodoh, dan Gila Bisa Jadi Genius dan Brilliant

Thomas Alfa Edison orang idiot, Albert Einstein siswa yang bodoh dan nakal, Archimedes orang gila, dll. Hal tersebut contoh fenomena kesalahan persepsi terhadap perilaku anak didik bisa berakibat fatal bagi keberhasilan masa depannya. Hal bukan sesuatu yang tidak mungkin, menimpa akan-anak kita seperti fenomena yang menimpa Fisikawan tersebut.
Berikut sekilas beberapa fenomena aneh perilaku salah terhadap ilmuwan-ilmuwan tersebut :
Thomas Alfa Edison
Thomas Alfa EdisonThomas Alfa Edison ilmuwan besar yang lahir 11 Februari 1847 di Milan, Ohio, Amerika Serikat. Kecil-nya divonis gurunya sebagai siswa yang idiot, sehingga setelah 3 bulan sekolah ia di-drop out (DO) alias dikeluarkan dari sekolahnya. Beruntung, ibundanya melatih membaca dan berhitung, sehingga kecerdasan Edison kecil berkembang, bahkan menjadi pemikir terbesar sepanjang masa karena dapat menemukan 3000 jenis penemuan salah satunya ‘lampu listrik’.
Dalam salah satu biografinya disebutkan bahwa Edison berhasil menemukan lampu pijar setelah mengalami kegagalan 999 kali, artinya baru penelitian yang ke 1000 kali Edison menemukan lampu listrik. Sungguh keuletan yang luar biasa. Kalau saja Edison frustasi dan memberhentikan percobaan penelitiannya ketika mengalamai kegagalan yang je 999 kali, entah seperti apa bentuk penerangan sekarang.
Albert Einstein
Albert Einstein fisikawan yang lahir di Ulm Jerman pada tanggal 14 Maret 1897 – dikategorikan sebagai manusia paling cerdas di abad 19, 20 dan sampai sekarang – ketika kecil ia harus mengalami perlakuan kasar dari petugas di kereta api. Ketika itu Einstein kecil memiliki hobi berdagang dikereta api, karena dikeluarkan oleh sekolah karena dianggap siswa bodoh. Namun, dengan ketekunannya membaca koran-koran bekas seusai berdagang dikereta api, kecerdasannya luar biasa. Baru setelah berpindah sekolah dan kuliah di Swiss Institute of Technology di Zurich dia dikenal sebagai siswa atau mahasiswa cerdas.
Walau sudah lulus kuliah tapi tetap Einstein ditolak untuk bekerja di semua universitas yang ada di Swiss karena dianggap sebagai  ‘pemalas’. Akhirnya dia meninggalkan dunia akademis dan bekerja dikantor jasa paten.
Baru setelah penemuannya “teori relativitas” dipublikasikan (1905) dia diakui sebagai orang cerdas bahkan tercerdas di Planet Bumi di abad 19 dan abad 20. Setelah meninggal (1955) otaknya diambil untuk diteliti, sampai sekarangpun otaknya masih tersimpan di Museum, semua karena kecerdasannya.
Archimedes
Archimedes fisikawan dan matematikawan Yunani (sekitar 287 SM – 212 SM) melalui teorinya tekanan “gaya apung yang bekerja pada suatu benda di dalam suatu fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda itu” sebagian orang disekelilingnya menganggap dia “gila” apalagi ketika dia kegirangan karena menemukan kesimpulan dari teorinya.
Archimides yang sudah lama melakukan penelitian dia menemukan kesimpulan dari penelitiannya ketika mandi dibak – seperti biasa orang yang mau mandi: tanpa baju, tanpa celana, tanpa sehelai benangpun alias telanjang atau bugil – Archimedes menyadari kalau air dalam bak mandi yang tadinya tidak penuh kemudian meluber tumpah ketika dia masuk kedalamnya. Saking girangnya Archimedes langsung lari sambil berteriak ”eureka…. eureka… eureka…” (saya menemukan… saya menemukan …), dia baru sadar setelah lama dia berlari bahwa dia telanjang atau bugil, lingkungan sekitarnya jadi semakin yakin Archimedes gila. Anggapan itu ternyata keliru karena hampir semua sekolah si dunia sekarang mempelajarai teorinya. Dia juga seorang matematikawan, astronom, filsuf, fisikawan.
Hal tersebut hanya sebagian kecil perlakuan aneh yang menimpa ilmuwan genius. Berhikmah dari kisah tersebut, kemungkiinan banyak guru, orang tua, lingkungan, yang salah melakukan “assessment” kepada anak didik atau orang disekitarnya.
Guru terutama, seharusnya memiliki kemampuan melakukan ‘assessment’ yang baik terntang perilaku anak, sebab dipastikan dilingkungan sekitar kita terdapat anak-anak yang memiliki perilaku unik sehingga memerlukan pembelajaran dengan layanan khusus agar mereka menguasai pengetahuan atau sains.
Categories
Artikel Berita

Ilmu Pengetahuan Alam

Mata adalah salah satu organ tubuh manusia yang sangat penting. Mata merupakan salah satu panca indera manusia. Mata merupakan indera untuk penglihatan. Tanpa mata, kita tidak dapat melihat benda-benda yang ada di dunia ini. Mata bisa melihat apabila ada cahaya. Dalam gelap mata tidak dapat melihat, karena tidak ada cahaya yang masuk ke dalam mata.
bagian-bagian mata dan fungsinya
Gambar bagian-bagian mata

 

Organ mata dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu organ mata bagian luar dan organ mata bagian dalam. Organ bagian luar pada umumnya berfungsi untuk melindungi organ mata bagian dalam. Sedangkan organ mata bagian dalam berfungsi untuk menerima cahaya yang masuk kemudian meneruskannya ke otak.
I. Organ Mata Bagian Luar
Yaitu organ mata yang letaknya diluar bola mata yaitu seperti kelopak mata, alis mata dan bulu mata. Kelopak mata berfungsi untuk menutupi dan melindungi mata. Alis mata berfungsi untuk menahan keringat dan air hujan masuk ke dalam bola mata, selain itu alis mata juga berguna untuk mempercantik dan memperindah organ mata. Bulu mata berfungsi untuk menyaring cahaya yang masuk serta melindungi mata dari benda-benda asing.
II. Organ Mata Bagian Dalam
Organ mata bagian dalam adalah organ-organ yang membentuk bola mata. Adapun organ mata bagian dalam sebagai berikut :
  1. Kornea mata (selaput bening), berfungsi untuk menerima cahaya dari sumber cahaya dan meneruskannya ke bagian mata yang lebih dalam dan berakhir di retina. Sifatnya tidak berwarna (bening) dan tidak punya pembuluh darah. Bila terjadi kerusakan maka dapat menyebabkan kebutaan.
  2. Iris (selaput pelangi), terletak di tengah-tengah bola mata, dibelakang kornea. Warna iris dipengaruhi oleh jenis ras atau bangsa.
  3. Pupil (anak mata), berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk. Dengan demikian cahaya tidak terlalu banyak (menyilaukan) atau terlalu sedikit (redup). Fungsi anak mata atau pupil sama dengan fungsi diafragma pada alat potret (kamera). Sifatnya jika cahaya teralalu banyak, pupil akan mengecil. Tapi apabila cahaya terlalu sedikit, pupil akan membesar. Pupil adalah celah bulat yang ada di tengah-tengah iris.
  4. Lensa mata, berfungsi untuk memfokuskan dan meneruskan cahaya yang masuk ke mata agar jatuh tepat pada retina (selaput jala).  Dengan demikian, mata dapat melihat dengan jelas. Selain itu lensa juga punya fungsi untuk mencembung dan memipih untuk memfokuskan jatuhnya cahaya. Letak lensa ini terletak di tengah-tengah bola mata, yaitu di belakang anak mata (pupil) dan selaput pelangi. Sifatnya bila kita mengamati benda letaknya dekat, maka mata berakomodasi dengan kuat. Akibatnya, lensa mata menjadi lebih cembung, dan bayangan dapat jatuh tepat di retina. Namun sebalinya apabila kita mengamati benda yang letaknya jauh, maka mata tidak berakomodasi. Akibatnya, lensa mata berbentuk pipih. Kemampuan lensa mata untuk mengubah kecembungannya ini disebut daya akomodasi.
  5. Badan bening, fungsinya untuk meneruskan cahaya yang telah melewati lensa. Cahaya itu selanjutnya disampaikan ke selaput jala. Letak badan bening adalah di belakang lensa, bentuknya seperti agar-agar.
  6. Retina (selaput jala), adalah bagian yang paling peka terhadap cahaya. Khususnya bitik kuning. Retina berfungsi menangkap dan meneruskan cahaya dari lensa ke saraf mata. Di dalam selaput jala terdapat ujung-ujung saraf penerima, letaknya merupakan selaput yang terletak paling belakang.
  7. Saraf mata, atau saraf optik ini berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya ke otak. Informasi-informasi yang dibawa oleh saraf nantinya akan diproses di otak. Dengan demikian kita dapat melihat suatu benda.
B. Cara Kerja Mata
Sungguh bahagianya kita karena dianugerahi mata oleh Allah SWT. Kita seharusnya bersyukur kepada-Nya karena anugerah yang terindah ini. Dengan mata yang sehat, kita dapat melihat semua pemandangan. Oleh sebab itu kita harus menjaga mata kita dan merawatnya dengan sebaik-baiknya.
Cara kerja mata yaitu :
  • Mata bekerja saat menerima cahaya. Tanpa cahaya, mata tidak dapat manjalankan fungsinya. Cahaya memasuki mata melalui pupil. Lensa mata mengarahkan cahaya sehingga bayangan benda jatuh pada retina. Kemudian, ujung-ujung saraf penerima yang ada di retina menyampaikan bayangan benda itu ke otak. Setelah diproses di otak, kita dapat melihat suatu benda.

Mata merupakan salah satu indera yang tak ternilai harganya. Mata terdiri atas bola mata yang terdapat di dalam lekuk mata. Dinamakan bola mata karena bentuknya memang seperti bola. Dalam bola mata terdiri atas bagian-bagian penting dalam penglihatan.

Mata tidak boleh kemasukan debu atau benda apa saja. Juga tidak boleh kena sinar yang menyilaukan. Oleh karena itu, mata dilindungi dari hal-hal yang mengganggu :

  • Gerak reflek
  • Letak bola mata dalam sebuah lekuk diantara dahi dan tulang pipi, sehingga cukup terlindung
  • Kelopak mata menghasilkan air mata oleh kelenjar air mata. Air mata digunakan untuk membasahi kornea. Bulu-bulu mata gunanya untuk mengurangi cahaya yang masuk
  • Alis mata, di atas mata terdapat alis mata yang gunanya untuk menghindarkan masuknya keringat.

C. Kepekaan Mata Terhadap Rangsang
Kemampuan dan kepekaan setiap orang itu berbeda-beda. Ada orang yang lensa matanya dapat berakomodasi dengan baik, ada juga yang tidak. Akibatnya, ada orang yang dapat melihat benda yang letaknya jauh dengan jelas, ada juga yang tidak.

Perbedaan kemampuan mata seseorang di atas disebabkan karena adanya perbedaan kepekaan. Ada orang yang tahan dengan cahaya banyak, ada yang tidak tahan. Ada orang yang dapat melihat dalam suasana redup (remang-remang), ada yang tidak.

D. Menjaga Kesehatan Mata

Mata penting bagi kehidupan keseharian kita. Karena mata memiliki bagia-bagian yang amat sensitif (peka) teradap benda asing. Yang tentu saja bagian itu mudah terluka.
Berikut ini berbagai macam jenis kelainan dan penyakit mata :
  • Miopi (Rabun Jauh), yaitu ketidakmampuan mata kita untuk melihat benda yang jauh dengan jelas. Kelainan ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata berlensa minus (lensa cekung).
  • Hipermetropi (Rabun Dekat), yaitu ketidakmampuan mata kita untuk melihat benda yang dekat dengan jelas. Kelainan ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata berlensa plus (lensa cembung).
  • Presbiopi (Mata Tua), yaitu ketidakmampuan mata kita untuk melihat benda yang dekat dan jauh dengan jelas. Kelainan mata ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata berlensa ganda, yaitu minus dan plus.
  • Rabun Senja, yaitu kelainan mata dimana mata tidak mampu untuk melihat warna-warna tertentu. Selain itu ada pula orang yang buta warna total, walaupun hal itu sangat jarang sekali. Pada buta warna total, walaupun hal itu sangat jarang sekali. Pada buta warna total, mata hanya mengenal warna putih dan hitam.
  • Mata Merah, yaitu terjadi karena kemasukan benda asing, sehingga mata akan terasa gatal dan perih. Mata merah yang tidak segera diobati dapat mengakibatkan menumpuknya kotoran di sudut mata.
  • Katarak, yaitu terdapatnya lapisan putih yang sesungguhnya lapisan itu adalah lensa yang menjadi buram. Biasanya katarak menyerang orang lanjut usia. Katarak dapat disembuhkan dengan operasi pengangkatan lensa yang buram dan menggantinya dengan lensa buatan.
Cara Mencegah Penyakit / Kelainan Mata
  1. Jagalah kebesihan mata, sehingga tidak kemasukan kotoran.
  2. Lindungi mata jika berada di tempat yang berdebu dan berasap.
  3. Segera tetesi mata dengan obat tetes mata. Hal ini akan dapat membuat kotoran terdorong keluar.
  4. Makanlah makanan yang mengandung vitamin A. Vitamin A baik bagi kesehatan mata.
  5. Biasakan membaca buku dengan jarak sekitar 30 cm dan dengan penerangan yang cukup.
  6. Periksakan diri ke dokter mata jika mata anda mulai tidak mampu melihat dengan baik. Apalagi bila disertai dengan pusing atau sakit kepala. Jika tidak segera berobat, mata dapat mengalami gangguan yang lebih parah.
Cukup sekian penjelasan saya tentang organ mata sebagai indera penglihatan, pembahasannya meliputi bagian-bagian mata beserta fungsi, cara kerja mata, kelainan atau penyakit-penyakit mata.
Categories
Artikel Berita Pengumuman

Pengetahuan Tentang Pendidikan Agama Islam

Sebagai orang yang menganut ajaran agama Islam hendaknya kita mengetahui sejauh mana pendidikan Islam itu sendiri. Tidak sedikit orang yang mengaku beragama Islam akan tetapi pengetahuan tentang pendidikan Islam sangat minim yang berakibat tindakan dan tingkah lakunya tidak layak disebut sebagai orang Islam.

Manusia mendapat kehormatan menjadi khalifah di muka bumi untuk mengolah alam beserta isinya. Hanya dengan ilmu dan iman sajalah tugas kekhalifahan dapat ditunaikan menjadi keberkahan dan manfaat bagi alam dan seluruh makhluk-Nya. Tanpa iman akal akan berjalan sendirian sehingga akan muncul kerusakan di muka bumi dan itu akan membahayakan manusia. Demikian pula sebaliknya iman tanpa didasari dengan ilmu akan mudah terpedaya dan tidak mengerti bagaimana mengolahnya menjadi keberkahan dan manfaat bagi alam dan seisinya.

Sedemikian pentingnya ilmu, maka tidak heran orang-orang yang berilmu mendapat posisi yang tinggi baik di sisi Allah maupun manusia. (QS. Al Mujadilah (58) : 11)

Bahkan syaithan kewalahan terhadap orang muslim yang berilmu, karena dengan ilmunya, ia tidak mudah terpedaya oleh tipu muslihat syaithan.

Muadz bin Jabal ra. berkata: “Andaikata orang yang beakal itu mempunyai dosa pada pagi dan sore hari sebanyak bilangan pasir, maka akhirnya dia cenderung masih bisa selamat dari dosa tersebut namun sebaliknya, andaikata orang bodoh itu mempunyai kebaikan dan kebajikan pada pagi dan sore hari sebanyak bilangan pasir, maka akhirnya ia cenderung tidak bisa mempertahankannya sekalipun hanya seberat biji sawi.”
Ada yang bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Ia menjawab, “Sesungguhnya jika orang berakal itu tergelincir, maka ia segera menyadarinya dengan cara bertaubat, dan menggunakan akal yang dianugerahkan kepadanya. Tetapi orang bodoh itu ibarat orang yang membangun dan langsung merobohkannya karena kebodohannya ia terlalu mudah melakukan apa yang bisa merusak amal shalihnya.”
Kebodohan adalah salah satu faktor yang menghalangi masuknya cahaya Islam. Oleh karena itu, manusia butuh terapi agar menjadi makhluk yang mulia dan dimuliakan oleh Allah SWT. Kemuliaan manusia terletak pada akal yang dianugerahi Allah. Akal ini digunakan untuk mendidik dirinya sehingga memiliki ilmu untuk mengenal penciptanya dan beribadah kepada-Nya dengan benar. Itulah sebabnya Rasulullah SAW menggunakan metode pendidikan untuk memperbaiki manusia, karena dengan pendidikanlah manusia memiliki ilmu yang benar. Dengan demikian, ia terhindar dari ketergelinciran pada maksiat, kelemahan, kemiskinan dan terpecah belah.
Pentingnya Pendidikan Islam
Pendidikanmerupakan kata kunci untuk setiap manusia agar ia mendapatkan ilmu. Hanya dengan pendidikanlah ilmu akan didapat dan diserap dengan baik. Tak heran bila kini pemerintah mewajibkan program belajar 9 tahun agar masyarakat menjadi pandai dan beradab. Pendidikan juga merupakan metode pendekatan yang sesuai dengan fitrah manusia yang memiliki fase tahapan dalam pertumbuhan.
Pendidikan Islam memiliki 3 (tiga) tahapan kegiatan, yaitu: tilawah (membacakan ayat Allah), tazkiyah (mensucikan jiwa) dan ta’limul kitab wa sunnah (mengajarkan al kitab dan al hikmah). Pendidikan dapat merubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik disebabkan pendidikan mempunyai kelebihan. Pendidikan mempunyai ciri pembentukan pemahaman Islam yang utuh dan menyeluruh, pemeliharaan apa yang telah dipelajarinya, pengembangan atas ilmu yang diperolehnya dan agar tetap pada rel syariah. Hasil dari pendidikan Islam akan membentuk jiwa yang tenang, akal yang cerdas dan fisik yang kuat serta banyak beramal.
Pendidikan Islam berpadu dalam pendidikan ruhiyah, fikriyah (pemahaman/pemikiran) dan amaliyah (aktivitas). Nilai Islam ditanamkan dalam individu membutuhkan tahpan-tahapan selanjutnya dikembangkan kepada pemberdayaan di segala sektor kehidupan manusia. Potensi yang dikembangkan kemudian diarahkan kepada pengaktualan potensi dengan memasuki berbagai bidang kehidupan. (QS. Ali Imran (3) : 103)
Pendidikan yang diajarkan Allah SWT melalui Rasul-Nya bersumber kepada Al Qur’an sebagai rujukan dan pendekatan agar dengan tarbiyah akan membentuk masyarakat yang sadar dan menjadikan Allah sebagai Ilah saja.
Kehidupan mereka akan selamat di dunia dan akhirat. Hasil ilmu yang diperolehnya adalah kenikmatan yang besar, yaitu berupa pengetahuan, harga diri, kekuatan dan persatuan.
Tujuan utama dalam pendidikan Islam adalah agar manusia memiliki gambaran tentang Islam yang jelas, utuh dan menyeluruh.
Interaksi di dalam diri ini memberi pengaruh kepada penampilan, sikap, tingkah laku dan amalnya sehingga menghasilkan akhlaq yang baik. Akhlaq ini perlu dan harus dilatih melalui latihan membaca dan mengkaji Al Qur’an, sholat malam, shoum (puasa) sunnah, berhubungan kepada keluarga dan masyarakat. Semakin sering ia melakukan latihan, maka semakin banyak amalnya dan semakin mudah ia melakukan kebajikan. Selain itu latihan akan menghantarkan dirinya memiliki kebiasaan yang akhirnya menjadi gaya hidup sehari-hari.
Kesinambungan dalam Pendidikan Islam
Pendidikan Islam dalam bahasa Arab disebut tarbiyah Islamiyahmerupakan hak dan kewajiban dalam setiap insan yang ingin menyelamatkan dirinya di dunia dan akhirat. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai akhir hayat.” Maka menuntut ilmu untuk mendidik diri memahami Islam tidak ada istilah berhenti, semaki banyak ilmu yang kita peroleh maka kita bertanggung jawab untuk meneruskan kepada orang lain untuk mendapatkan kenikmatan berilmu, disinilah letak kesinambungan.
Selain merupakan kewajiban, kegiatan dididik dan mendidik adalah suatu usaha agar dapat memiliki ma’dzirah (alasan) untuk berlepas diri bila kelak diminta pertanggungjawaban di sisi Allah SWT yakni telah dilakukan usaha optimal untuk memperbaiki diri dan mengajak orang lain pada kebenaran sesuai manhaj yang diajarkan Rasulullah SAW.
Untuk menghasilkan Pendidikan Islam yang berkesinambungan maka dibutuhkan beberapa sarana, baik yang mendidik maupun yang dididik, yaitu:
1. Istiqomah
Setiap kita harus istiqomah terus belajar dan menggali ilmu Allah, tak ada kata tua dalam belajar, QS. Hud (11) : 112, QS. Al Kahfi (18) : 28
2. Disiplin dalam tanggung jawab
Dalam belajar tentu kita membutuhkan waktu untuk kegiatan tersebut. sekiranya salah satu dari kita tidak hadir, maka akan mengganggu proses belajar. Apabila kita sering bolos sekolah, apakah kita akan mendapatkan ilmu yang maksimal. Kita akan tertinggal dengan teman-teman kita, demikian pula dengan guru, apabila ia sering membolos tentu anak didiknya tidak akan maju karena pelajaran tidak bertambah.
3. Menyuruh memainkan peran dalam pendidikan
Setiap kita dituntut untuk memerankan diri sebagai seorang guru pada saat-saat tertentu, memerankan fungsi mengayomi, saat yang lainnya berperan sebagai teman. Demikiannya semua peran digunakan untuk memaksimalkan kegiatan pendidikan.